• Hama Kumbang Penghisap

    Hama Kumbang Penghisap Biasanya Melakukan Aktivitasnya pada Malam Hari, Coba Insektisida Berbau Pekat Untuk Mengendalikan Serangannya

  • Penyakit Karat Daun Jagung

    Penyakit Karat Daun Umumnya Menyerang Daun dan Berakibat Kurangnya Rasa Manis Pada Buah, Daya Fotosintesis, dan Isi Tidak Merata

  • Kekurangan Unsur Potasium Kelapa Sawit

    Unsur Potasium Diperoleh Melalui Asupan Pupuk K2O atau Kalium, Aplikasikan Pupuk Kalium Secara Teratur Baik Melalui Tanah Maupun Penyemprotan

Senin, 04 September 2017

Grey Mold (Botrytis)

Botrytis sp. seperti kapang yang menyerang buah, bunga, daun, dan batang, terlihat seperti berdebu dan
menular lewat angin
Botrytis cinerea merupakan jamur yang menular lewat angina dan dapat bertahan lama di dalam tanah dalam bentuk butiran kecil/bintil berwarna gelap. Nodul ini dikenal dengan sebutan sclerotia hingga kemudian menjadi spora. Dengan temperatur -2oC hingga 33 oC ia dapat bertahan lama di dalam tanah. Jamur Botrytis mudah beradaptasi dengan baik di lingkungan kita dengan menumpang hidup pada bahan-bahan organic tanah atau sisa-sisa akar tanaman yang telah mati. Setelah Sclerotia menjadi spora, maka ia akan siap menginfeksi tanaman anda.

Penyebaran
Serangan jamur Botryris sp. pada percabangan, tanaman
akan mati seketika dan mengering
Air dan hembusan angina merupakan pembawa yang paling efektif dalam proses penularan Botrytis pada tanaman pada fase spora. Selain itu beberapa jenis serangga seperti lebah dan aphid juga merupakan pembawa potensial jamur ini. Cuaca yang dingin dengan temperature rendah serta kelembaban yang tinggi seperti pada umumnya di daerah Indonesia merupakan factor yang mendukung daur hidupnya.

Serangan Pada Tanaman
Botrytis cinerea merupakan jamur parasit yang akan menyerang tanaman yang sedang dalam kondisi lemah, biasanya pada musim hujan tanaman akan mudah stress, oleh karena itu vigor dan daya tahan tanaman perlu dijaga secara baik. Spora Botrytis sebenarnya tidak dapat menyerang daun atau cabang yang utuh, ia hanya dapat menyerang daun dengan kondisi epidermis yang terbuka misalnya bagian daun yang terluka atau patahan ranting. Temperatur rendah 15 oC hingga 20 oC, tetesan air yang tertinggal di daun pada kondisi kelembaban tinggi juga mempercepat infeksi oleh jamur ini pada tanaman. Kondisi air yang melimpah di lahan juga mendukung jamur Botrytis dalam kondisi yang sehat, sehingga proses perbanyakan dirinya akan berlangsung cepat. Setelah masuk ke jaringan tanaman, jamur Botrytis akan membelah diri secara aktif dan menghasilkan spora. Hal ini dapat kita lihat pada kumpulan debu yang tersebar di beberapa bagian tanaman yang terserang. Debu sporta Botrytis sendiri dapat mengakibatkan infeksi sekunder yang akan menyerang tanaman lain di sekitarnya. Kelebihan pupuk nitrogen (urea) atau pemberian nutrisi tanaman yang tidak seimbang akan menguntungkan jamur ini untuk menyebar. Periode inkubasinya berlangsung selama 15 jam.

Gejala Serangan
Serangan Botrytis sp.pada buah tomat, terlihat seperti busuk
yang dipenuhi dengan bulu halus
Beberapa ciri serangan awal Jamur Botrytis cinerea pada tanaman antara lain  adalah munculnya area kehitaman yang dikelilingi dengan bulu-bulu halus berwarna abu-abu pada beberapa bagian tanaman yang diserang. Kemudian tangkai bunga akan gugur, pucuk baru yang muncul akan mengering, dan batang akan mati. Baik daun maupun bunganya akan tampak layu. Ciri lain biasanya juga akan terlihat dari munculnya noda seperti bintik atau yang disebut “ghost spots” pada bunga, batang, dan daun. Bintik ini akan ditandai dengan cincin berwarna gelap di sekitarnya.
Tanda-tanda serangan serangan Botrytis pada bunga dan daun biasanya akan terlihat seperti ciri serangan busuk lunak Erwinia sp. Tetapi keduanya dapat dibedakan dengan bentuk spora yang berbeda, jika Botrytis akan terlihat seperti berdebu, maka serangan busuk lunak Erwinia sp. Akan terlihat seperti berwarna kehitaman dan lunak saja.

Cara Pengendalian
Sangat penting bagi kita untuk selalu memantau kondisi tanaman terutama pada kondisi temperature rendah dan kelembaban tinggi untuk diagnose awal serangan jamur Botrytis cinerea ini. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan jamur Botrytis cinerea dapat dilakukan sebagai berikut :
  • Mengendalikan cuaca dan kelembaban udara, ini hanya dapat dilakukan dengan greenhouse,
  • Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebaiknya tanpa membasahi daun,
  • Jaga agar kondisi tanaman tetap hangat agar tidak mudah terserang jamur, karena itu pada waktu sore hari anda bisa menyemprotkan fungisida seperti Copcide 77WP (beli disini >>>),
  • Antisipasi tiupan angin kencang yang dapat menyebarkan jamur ini menginfeksi tanaman, misalnya
    Botrytis pada daun, ciri-cirinya sangat
    mudah dibedakan dari yang lain
    dengan memberikan tanaman pelindung di sekeliling lahan,
  • Gunakan benih yang tidak terinfeksi jamur terutama Botrytis sp, Bisa dengan menjemur kembali benih yang akan ditanam, kemudian rendam dengan fungisida perendaman benih seperti benlox 50 WP (beli disini >>>),
  • Singkirkan semua sisa-sisa tanaman yang mati di lahan seperti sisa ranting, daun, bunga yang gugur dan telah membusuk,
  • Atur jarak tanam dengan baik, agar jika ada tanaman yang terserang tidak mudah menulari tanaman lain,
  • Berhati-hati ketika merawat tanaman, minimalkan luka atau sayatan pada bagian tanaman yang akan menyebabkan jamur Botrytis masuk dan berkembang,
  • Cabut dan bakar tanaman yang sudah terinfeksi jamur,
  • Perhatikan penggunaan pupuk tanaman, jangan sampai berlebihan menggunakan pupuk terutama yang berbahan nitrogen pada musim lembab,
  • Cegah penularan dengan aplikasi bio fungisida seperti Decoprima (beli disini>>>) dengan cara menyiramkannya pada perakaran sejak mulai pindah tanam dengan interval 1 minggu sekali,
  • Jika tanaman dewasa sudah terserang, anda bisa semprotkan bakterisida seperti Copcide 77 WP (belidisini >>>) ataupun Agrept 25 WP (beli disini >>>) pada tanaman, kedua bakterisida ini bersifat kontak, jadi bisa diaplikasikan pada tanaman yang sudah terserang.
  • Aplikasi bakterisida dan fungisida seperti Decoprima (beli disini>>>), Copcide 77 WP (belidisini >>>) ataupun Agrept 25 WP (beli disini >>>) sebaiknya diseling untuk hasil yang maksimal.

Minggu, 03 September 2017

Embun Bulu (Downy Mildew)

Embun Bulu Pada Daun Ketimun
Mungkin kita sudah sering mendengar penyakit embun bulu atau Downy mildew yang disebabkan oleh jamur Peronospora. Jamur ini memerlukan air untuk menyebar serta temperatur yang dingin, Biasanya kita menemukan penyakit ini pada cuaca yang sering hujan dan temperatur rendah.
Gejala penyakit ini dapat saja muncul dengan ciri-ciri berbeda tergantung pada jenis tanaman yang terinfeksi, Adakalanya muncul dengan ciri-ciri seperti bercak kecil beraturan yang tersebar pada seluruh daun dengan warna putih, abu-abu, coklat ataupun keunguan terutama pada daun bagian bawah. Bintik ini biasanya juga terlihat seperti jaringan daun yang mati, karena itu tanaman yang terserang penyakit embun bulu ini biasanya akan kehilangan banyak daun atau pertumbuhannya terhambat. Pada beberapa kasus, buah juga akan mengecil.

Gejala Serangan
Secara spesifik, Gejala Tanaman yang Terserang Penyakit Embun Bulu atau Downy Mildew akan Memperlihatkan Beberapa Gejala Seperti Berikut :
karena banyak, maka terlihat warna
kekuningan seperti memanjang
pada tanaman selada
  • Muncul bintik pada bagian atas daun, biasanya akan berwarna biru pucat, kekuningan, keunguan atau kecoklatan, tergantung pada jenis tanaman yang diserang. Bintik tersebut adakalanya terlihat memanjang pada bagian tulang daun karena dipenuhi oleh bintik tersebut,
  • Tumbuh seperti kapang di bagian bawah daun yang terhubung dengan bintik di bagian atas daun,
  • Pada serangan yang sudah parah, daun akan berubah warna memjadi coklat atau kuning tua kemudian gugur secara prematur,
  • Tanaman yang terinfeksi berat, akan terhambat pertumbuhannya, kurang vigor, dan akhirnya mati.


Pengendalian Penyakit
Beberapa teknik pengendalian penyakit Embun Bulu (Downy Mildew) berikut ini dapat anda terapkan pada tanaman anda :
  • Ambil daun yang terinfeksi ketika gejala mulai terlihat, kubur atau bakar,
  • Buang tanaman yang sudah terinfeksi parah,
  • Atur jarak tanaman sebaik mungkin, dan basmi rumput yang tumbuh di sekitar tanaman, agar sirkulasi udara pada tanaman berjalan lancar,


Serangan Embun Bulu Pada Semangka
  • Pada rumah kaca, hindari membasahkan daun ketika cuaca sedang lembab, buka ventilasi dan pintu ketika memungkinkan untuk sirkulasi udara yang baik,
  • Hindari menyiram tanaman pada siang hari yang dapat menyebabkan kelembaban pada tanaman tinggi dan daun menjadi basah. Siramlah tanaman pada waktu pagi hari agar permukaan daun cepat kering,
  • Lakukan Rotasi tanaman secara berkala, untuk memutus siklus penyakit,
  • Tanam kultivar yang sudah toleran penyakit embun bulu (downy mildew), agar terhindar dari serangan,
  • Semprotkan fungisida baik pada waktu pindah tanam sebagai pencegahan maupun yang sudah terserang secara rutin.

Beberapa jenis fungisida yang bisa diaplikasikan untuk mengendalikan penyakit embun bulu (downy mildew) antara lain :
Cabrio Top 60 WG (beli disini >>>)
Dithane M-45 80 WP (beli disini >>>)
Kopcide 77 WP (beli disini >>>)

Minggu, 05 Maret 2017

Virus Tungro Padi

Serangan Tungro yang sudah Merata
Penyakit Tungro yang disebabkan oleh virus banyak tersebar di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara yang secara konstan menurunkan hasil produksi padi secara signifikan. Pada awal tahun 1950, penyakit ini digolongkan sebagai kelainan tumbuh atau kekurangan nutrisi. Setelah diketahui bahwa penyebabnya adalah virus, barulah ilmuwan menemukan bahwa penyakit ini disebabkan oleh dua virus yang berbeda yaitu Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV), dan Rice Tungro Spherical Virus (RTSV) yang berasal dari genus Tungrovirus.

Penyebaran Virus
Virus tungro padi disebarkan oleh wereng yang ditemukan pada tahun 1965, Enam spesies wereng dikabarkan aktif menyebarkan virus ini sebagai vektor. Wereng hijau (Nephotettix virescens) jantan, betina, dan fase nimfanya merupakan vektor utama dari virus tungro. Gejala akan terlihat ketika infeksi oleh virus pertama RTSV diikuti oleh infeksi virus kedua RTBV dengan virus RTSV sebagai pemicunya. Kedua virus ini dapat bertahan pada inang tanaman padi dan beberapa jenis rumput serta bertahan lama pada lahan. Serangannya akan tergantung pada kultivar benih padi yang ditanam, waktu penanaman, waktu infeksi dan keberadaan vektornya (wereng hijau), dan terakhir kondisi yang disenangi untuk perkembang-biakannya.
wereng hijau, vektor utama virus tungro, kendalikan segera !!!
Gejala Serangan
Secara umum penyakit tungro tidak mudah untuk dikenali di lapangan karena gejala beberapa penyakit defisiensi unsur mikro juga memiliki tanda-tanda serupa, tanda khusus serangan virus ini antara lain :
  • Pertumbuhan yang kerdil,
  • Daun berwarna kuning cerah atau orange yang menyebar dari bagian pucuk hingga ke bagian bawah,
  • Proses pembungaan berjalan lambat dan malai berukuran lebih kecil dari yang seharusnya,
  • Malai tidak terisi sepenuhnya, hanya sebagian atau kosong sama sekali,
  • Daun muda yang terinfeksi akan bercorak lurik dan menguning di sepanjang jalur tulang daun,
  • Daun tua akan berwarna seperti karat dengan ukuran yang beragam,
Strategi Pencegahan dan Pengendalian
  • Perangkap cahaya atau lampu bisa digunakan sebagai pemancing wereng hijau ketika ingin memantau populasinya di lahan,
  • Pada pagi hari, wereng yang banyak berkumpul pada lampu dapat kita kendalikan dengan penyemprotan insektisida yang spesifik sasaran terhadap wereng, pemasangan perangkap ini dapat dilakukan setiap hari jika di daerah anda sudah terdapat serangan wereng khususnya wereng hijau,
  • Penanaman varietas padi yang tahan wereng atau tungro merupakan cara yang paling murah,
    serangan virus tungro dari dekat
  • Perhatikan selalu waktu dan tanggal penanaman sesuai dengan kalender pertanian yang bisa anda temukan di penyuluh pertanian setempat,
  • Sebulan sebelum tanam, coba amati kondisi lahan dan sekitarnya, jika masih terdapat inang seperti rumput atau bekas padi singkirkan segera dan bakar, atau jika kondisi lahan masih terdapat tempat potensial untuk wereng bersembunyi, bersihkan segera,
  • Pada area yang sudah epidemik wereng, coba gilir lahan anda dengan tanaman lain, misalnya kedelai,
  • Semprotkan insektisida pada 15 dan 30 hari setelah pindah tanam untuk mencegah wereng berkembang.
  • Beberapa jenis insektisida yang ampuh menangani hama wereng sebagai vektor tungro antara lain adalah : mipcinta 50 WP (beli disini >>>), Plenum 50 WG (beli disini >>>), 
  • Jika sudah kebal dengan insektisida kimia atau sudah menjadi wabah anda bisa gunakan insektisida biologi seperti metarizep (beli disini >>>).

Rabu, 01 Maret 2017

Virus Bercak Layu Tomat (TSWV)

serangan virus bercak layu tomat yang dibawa oleh thrips,
warna daun seperti perunggu dan mengeras
Virus bercak layu tomat disebabkan oleh virus tomato spotted wilt virus (TSWV) yang merupakan salah satu virus berbahaya yang dapat menjadi masalah serius terhadap hasil panen. Virus bercak layu tomat (TSWV) pertama kali ditemukan di Australia pada tahun 1915 dan mampu menyebabkan kegagalan panen hingga 75 – 100%. Virus ini dapat hidup pada banyak inang termasuk sekitarr 900 spesies tanaman yang tergolong ke dalam tanaman sayuran maupun rumput. 
Virus ini tidak ditularkan melalui benih, tetapi oleh beberapa jenis hama trips. Tanaman yang dapat terinfeksi virus ini antara lain kacang-kacangan, selada, kacang tanah, cabai, kentang, tembakau, dan tomat. Virus bercak layu tomat menyebabkan infeksi sistemik dan berantai pada tanaman yang ia serang. Pada tahap awal pertumbuhan dapat menyebabkan stagnasi tumbuh dan pada akhirnya kematian tanaman.

Gejala Serangan
hama thrips biasanya bersembunyi di bawah daun,
kendalikan dengan insektisida + surfaktan
Pada tanaman tomat, gejala yang ditimbulkan adalah luka kecil pada daun dengan lingkaran berwarna hijau gelap berbeda dengan warna daun secara keseluruhan. Luka ini kemudian menyebar menjadi berwarna seperti perunggu. Penyebarannya kemudian berlanjut kepada pangkal daun dan menyebabkan kelayuan daun maupun cabang sebagian. Tanaman tomat akan sangat kerdil dan mengalami stagnasi tumbuh apabila terserang virus bercak layu tomat pada umur yang relatif muda. Pada buah tomat akan terdapat tanda bercak seperti gradasi warna yang lebih terang daripada warna buah yang tersebar di seluruh permukaan buah. Jika terdapat dua tanda ini baik di daun maupun buah, berarti tanaman tomat anda terserang virus bercak layu tomat (TSWV).

tanda serangan virus bercak tutul tomat pada buah
terdapat tutul-tutul seperti gradasi warna buah
Tindakan Pencegahan dan Pengendalian
Jika telah terlihat kasus serangan virus ini di daerah anda maka pencegahan perlu dilakukan antara lain :
  • Singkirkan sumber penyebaran virus, termasuk mengendalikan pertumbuhan rumput, mengendalikan hama seperti kutu dan thrips, banyak insektisida yang terdaftar untuk mengendalikan hama ini, coba aplikasikan sebelum populasinya meledak,
  • Singkirkan tanaman tomat yang sudah terinfeksi, buang jauh dan bakar,
  • Singkirkan sampah-sampah di sekitar lahan yang bisa berpotensi menjadi tempat berlindung hama thrips agar risiko infeksi menjadi minimal,
  • Tambahkan perekat insektisida atau surfaktan agar daya kendali insektisida lebih ampuh terhadap hama trips, Salah satu merknya adalah Aero (beli disini >>>),
  • Tanamlah varietas tomat yang tahan virus ini, anda bisa mendapatkan informasi dari label benih yang anda tanam.
  • Gunakan insektisida berbahan hayati seperti Metarizep (beli disini >>>) untuk mencegah infestasi hama thrips dan kutu yang berpotensi sebagai pembawa virus, pada kondisi serangan virus biasanya kebanyakan hama thrips telah resisten terhadap pestisida kimia.
  • Untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap infeksi virus anda juga bisa menambahkan Pupuk Growmore 32-10-10 (beli disini >>>)

Selasa, 28 Februari 2017

Penyakit Layu Bakteri Ralstonia

batang tanaman terong
ketika dibelah akan berwarna bercak coklat
Penyakit Layu Bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum menyerang hampir pada 200 spesies tanaman dengan 33 famili yang berbeda. Penyakit ini merupakan penyebab kerusakan terbesar dalam sistem hortikultura khususnya di daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Kelayuan akan terlihat pada tanaman muda dengan cuaca hangat atau panas pada waktu siang hari. Tanaman mungkin akan terlihat segar untuk sementara waktu pada waktu malam dengan cuaca dingin, tetapi beberapa hari kemudian akan mati dalam kondisi layu dengan daun yang tetap hijau ketika sudah menyebar. Pada bagian akar dan bagian bawah batang akan berwarna kecoklatan dan berair. Sistem perakaran akan membusuk setelah serangan bakteri selanjutnya, serangannya layu bakteri ini diikuti dengan serangan bakteri lainnya seperti Erwinia carotovora.
Beberapa tanaman sayuran di Indonesia yang rentan dengan serangan penyakit Layu Bakteri Ralstonia antara lain tomat, cabai, kentang, terong, buncis, dan lain-lain.


Penyebaran Penyakit

serangan layu bakteri Ralstonia solanacearum yang sudah parah
pada tanaman tomat yang sedang berproduksi
Penyakit ini menyebar terutama melalui tanah, bakteri Ralstonia dapat bertahan hidup pada tanah untuk waktu yang lama tanpa tanaman inang. Bakteri ini juga dapat bertahan pada ranting atau cabang tanaman yang telah mati. Bakteri akan terinfeksi dari tanaman yang terinfeksi ke tanah sehingga akan menulari tanaman lainnya. Kebanyakan jenis-jenis rumput juga akan menjadi inang sementara penyebarannya dengan cara menginfeksi akar tanaman di sekitarnya.

Pada tanaman yang mulai terinfeksi, bakteri Ralstonia akan masuk ke jaringan tanaman melalui akar sejak pindah tanam, kelukaan pada tanaman yang disebabkan oleh serangga, dan hama nematoda ataupun siput kecil akan menjadi tempat masuk pertamanya. Ketika tanaman sudah disingkirkan, sisa-sisa dari akar tanaman tersebut akan tetap berada di tanah dengan bakteri Ralstonia masih tertinggal di dalamnya sehingga akan menginfeksi kembali tanaman baru pada lahan tersebut. Temperatur tinggi mencapai 30-35oC dan kelembaban tanah yang tinggi sangat disukai bakteri Ralstonia untuk berkembang biak.

Gejala Serangan

Pada gejala awal serangan penyakit Layu Bakteri Ralstonia akan terlihat pada daun tanaman, daun-daun muda akan layu hingga ke ujung percabangan pada waktu cuaca panas tetapi kemudian akan terlihat segar pada malam hari ketika cuaca sedang dingin. Ketika penyakitnya berkembang pada kondisi yang disukai, seluruh bagian tanaman akan layu dengan cepat dan mengering walaupun warna tanaman tetap hijau. Gejala lainnya adalah daun menguning dan tiba-tiba tanaman mati. Gejala-gejala ini dapat saja muncul tiba-tiba, baik ketika tanaman masih muda, ataupun yang sudah berbuah. Pada batang gejala sekunder dari serangan bakteri Ralstonia adalah terdapat warna coklat gelap pada batang bagian bawah, ketika batang dibelah akan jelas terlihat.

serangan Layu Bakteri pada Kentang,
sangat mematikan dan cepat menyebar
Pengendalian Penyakit

  • Tahap awal pengendalian penyakit layu bakteri Ralstonia, usahakan agar lahan anda bersih dan memiliki sistem drainase yang baik. Tanah diusahakan agar tidak terlalu lembab dan menampung air dalam waktu yang lama, lahan juga dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya yang telah membusuk. 
  • Usaha lain juga dapat dilakukan dengan meningkatkan pH tanah dengan penambahan kapur dan memperbanyak asupan hara  mikro kalsium pada tanaman. 
  • Bersihkan rumput-rumput yang mengganggu pertanaman anda karena akar rumput merupakan salah
    satu tempat bakteri ini sebelum menginfeksi tanaman. 
  • Penanaman kultivar tanaman yang tahan terhadap penyakit layu bakteri Ralstonia bisa dilakukan, beberapa varietas seperti tomat telah memiliki kultivar yang tahan serangan layu bakteri. 
  • Rotasi lahan anda dengan tanaman yang bukan merupakan inang penyebaran bakteri seperti jagung atau kedelai. 
  • Terakhir anda dapat mengaplikasikan beberapa Fungisida Hayati seperti Anfush atau Decoprima sebagai langkah awal sterilisasi lahan sebelum penanaman. Dengan aplikasi fungisida hayati diharapkan dapat mengurangi populasi bakteri di tanah dan mencegah serangan terhadap tanaman di lahan.
  • Kocorkan fungisida hayati secara teratur sejak tanaman pindah tanam seperti Anfush, Decoprima, Bactoplus Solanaceae, atau Trichopro, (beli disini >>>),
  • Jika sudah ada beberapa tanaman terserang, anda juga bisa aplikasikan antibiotik / anti bakteri tanaman seperti Agrept 20 WP (beli disini >>>)



Senin, 27 Februari 2017

Penyakit Busuk Lunak Bakteri Erwinia

serangan bakteri Erwinia pada kubis
Erwinia carotovora merupakan bakteri gram negatif sekaligus pathogen mematikan yang menyebabkan penurunan signifikan pada produktivitas tanaman. Bakteri ini menyebabkan penyakit busuk pada beberapa tanaman sayuran seperti wortel, kentang, ketimun, bawang merah, tomat, selada, dan tanaman hias seperti anggrek dan lain-lain. 
Penyebarannya dapat melalui tanaman yang sudah tertular, siput ataupun melalui serangga. Bakteri Erwinia carotovora menyebabkan kematian sel melalui kerusakan dinding sel. Beberapa spesies bakteri ini antara lain Erwinia carotovora sub spesies carotovora (Ecc), Erwinia chrysanthemi, dan Erwinia carotovora sub spesies atroseptica (Eca), yang menyebabkan penyakit tanaman sayuran penting di seluruh dunia.

Gejala Serangan

Infeksi Erwinia pada umbi kentang, busuk dan lunak
Busuk pada pangkal umbi kentang yang disebabkan oleh Erwinia carotovora sub spesies atroseptica akan berkembang dengan diikuti busuk lunak berwarna kehitaman pada batang. Tanaman yang sudah tertular parah akan mati dan umbi dari tanaman yang terinfeksi juga akan membusuk selama penyimpanan. Bakteri ini menyebar melalui umbi kentang, ataupun dari ranting-ranting sisa tanaman yang membusuk. Bakteri Erwinia biasanya dorman saja pada kondisi normal, tetapi ketika kondisi yang disukainya mendukung, maka infeksi secara tiba-tiba akan terjadi pada umbi kentang dan berkembang kepada gejala lainnya seperti kematian jaringan daun, tanaman akan layu, tanaman segar tiba-tiba mengering, dan terdapat bercak berwarna kehitaman pada umbi, batang maupun buah yang tersebar merata. 
Pada kondisi lembab dan basah, Erwinia biasanya akan terlihat pada bagian tengah batang atau pada pembulum xylem, kemudian menyebar ke seluruh bagian tanaman, lalu kemudian batang akan merata berwarna hitam dan melunak.

Infeksi Erwinia pada terong, Bagian pembuluh xylem berwarna
hitam gelap dan membusuk, tanaman mulai layu dan akhirnya mati
serangan pada umbi wortel, terdapat bercak berair
Sementara itu pada bunga kol dan kubis, infeksi awal serangan terlihat pada tangkai daun bagian luar yang kontak dengan tanah, dan kemudian menjalar ke bagian atas atau ke bagian bunga. Bagian yang terinfeksi kemudian akan terasa lunak dan seperti berjamur lalu berubah warna menjadi hitam. Selain itu juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap seperti sayuran busuk, padahal tanaman kita masih segar.

serangan pada cabai, buah seperti
kantong air dan berlendir
Pada jagung, tanaman yang terinfeksi bakteri Erwinia pada bagian pangkal batang akan berwarna coklat gelap, berlendir, busuk dan lunak dan kemudian akhirnya patah dan jatuh. Tanda-tanda lain juga akan terlihat pada bagian atau daun akan mengalami kelayuan dan mengering. Kemudian bagian daun yang berada pada tangkai bawah akan membusuk dan melunak. Gejala serangan bakteri Erwinia akan menjalar dari bagian atau hingga ke bagian bawah tanaman jagung dan akhirnya menyebabkan kematian.

Pada tanaman bawang putih dan bawang merah buah akan berwarna coklat, pucat, lunak dan berair/berlendir. Pada umbi bawang merah yang terlihat sehat, ketika dibelah akan terlihat berwarna kecoklatan dan berlendir. Leher pada umbi bawang juga akan berwarna kehitaman dan lunak ketika ditekan serta berbau busuk. Belatung bawang merupakan vektor dari bakteri ini hingga kemudian menularkannya ke tanaman lain dan menyebabkan luka pada umbi sehingga bakteri ini lebih mudah menginfeksi.


Kondisi Lingkungan yang Disukai Bakteri Erwinia
  • Banyak sisa-sisa ranting tertular yang banyak berserakan di lahan,
  • Adanya belatung bawang sebagai vector pembawa penyakit dan hama siput kecil yang dapat melukai umbi,
  • Adanya luka pada tanaman yang menyebabkan bakteri ini mudah masuk
  • Kondisi cuaca yang panas dan basah dengan sedikit hujan akan memicu bakteri ini untuk menyerang tanaman.


Pencegahan dan Pengendalian
  • Pada tanaman kentang, tanam keseluruhan umbi ke dalam tanah, jangan biarkan sedikit bagian keluar dari tanah,
    serangan bakteri Erwinia pada anggrek
    busuk hitam berair pada daun
  • Persiapan lahan yang baik atau sterilisasi lahan sebelum penanaman sangat diperlukan, salah satu agen hayati yang baik untuk sterilisasi lahan misanya Decoprima (beli disini >>>),
  • Jika memungkinkan gunakan Bio Dekomposer hayati seperti Decoprima 1 minggu sekali sejak penanaman agar tidak terserang,
  • Dainase atau peredaran keluar masuk air harus bagus.
  • Mengendalikan hama-hama pembawa bakteri seperti siput kecil, lalat, belatung, agar tidak menginfeksi tanaman
  • Hindari luka pada tanaman ketika menanam terutama jika daerah sekitar telah terlihat tanda-tanda serangan penyakit ini,
  • Singkirkan segera tanaman yang sudah terinfeksi,
  • Setelah panen singkirkan sisa-sisa tanaman dan bakar,
  • Rotasi tanaman dengan yang tahan terhadap bakteri Erwinia seperti kedelai, kacang, dan  kangkung.
  • Semprotkan secara rutin dengan interval 1 minggu sekali fungisida yang dianjurkan seperti Bion-M sebagai pencegahan (beli disini >>>).

Defisiensi Unsur Mikro Boron

Defisiensi Boron, tanaman enggan membesar dan stagnan
Boron (B) adalah nutrisi mikro yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tanaman, ia merupakan unsur yang berperan dalam pembentukan dinding sel dan komponen reproduksi dan penyerbukan. Boron (B) bersifat tetap pada tanah sekali ia diserap oleh bagian tanaman tertentu, maka tidak dapat ditranslokasikan kembali ke bagian lainnya atau tanaman lainnya, oleh karena itu aplikasi tambahan unsur ini harus secara merata. Boron (B) sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang sedikit, namun penting. Sangat krusial untuk kita memenuhi kebutuhan Boron (B) pada tanaman dalam bentuk pemupukan tambahan bila terlihat gejala defisiensi Boron (B).

Manfaat Boron Bagi Tanaman

Boron (B) berfungsi meningkatkan stabilitas tanaman atau vigor tanaman dengan membangun formasi sel yang kokoh, selain itu ia juga membantu proses penyebaran gula energi ke seluruh bagian tumbuh tanaman dan menyempurnakan penyerbukan serta pembentukan biji. Kekurangan unsur Boron (B) biasanya akan menyebabkan biji yang tidak berisi, kekuatan organ reproduksi tanaman menurun, dengan demikian kemampuan untuk tanaman berbunga akan jauh menurun. Kekurangan unsur ini juga bisa menyebabkan pertumbuhan akar terhambat.
Defisiensi Boron biasanya banyak ditemukan pada tanah masam agak berpasir dengan kandungan bahan organik rendah. Tanah dengan kapasitas penyerapan dan retensi rendah seperti tanah dengan pH tinggi dan banyak mengandung komponen liat juga biasanya akan menderita kekurangan unsur Boron (B).

Defisiensi Boron pada buah, seperti mengkerut dan bagian
dalam terdapat getah berwarna kecoklatan
Gejala

Gejala awal yang tampak pada kasus defisiensi Boron (B) adalah pada daun muda yang berwarna orange, kemerahan dan keunguan, ukuran lebih kecil, menipis atau lebih kasar Titik tumbuh tanaman biasanya akan stagnan, kemudian pembentukan cabang akan gagal terjadi. Cabang akan lebih tipis, memendek, dan rapuh, dan bagian atas daun akan terlihat berwarna kekuningan yang menyebar dari ujung daun ke bagian tengah daun. Pada bunga akan terlihat gejala defisiensi Boron melalu penurunan jumlah bunga, produksi biji yang gagal, dan matinya bunga ketika baru muncul. Sedangkan pada buah akan terlihat seperti retak atau berkerut, warna isi agak kecoklatan dan terdapat sedikit getah.

Defisiensi Boron pada Jeruk

Pencegahan dan Pengobatan

Ketika tanaman terindikasi defisiensi Boron, maka proses penyembuhan akan sedikit lama. Beberapa produk yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan aplikasi secara langsung pada tanah dengan penaburan borate (11% boron), Solubor (20% boron), dan produk lainnya yang mengandung Boron. Boron juga baik dicampur dengan pupuk lain agar penaburannya pada tanah lebih merata terutama yang berbentuk serbuk maupun granul.

Pupuk yang dapat mengatasi kasus defisiensi boron ini salah satunya adalah pupuk Borate 48% Cap Tawon, Aplikasi hanya dilakukan dengan penaburan secara merata di tanah, atau dicampur dengan pupuk lain misalnya NPK. Beli Pupuk Borate Cap Tawon disini >>>

Sabtu, 25 Februari 2017

Defisiensi Unsur Mikro Mangaan

defisiensi Mangaan (Mn), unik dan
mudah untuk diidentifikasi
Mangaan (Mn) merupakan salah satu dari 9 nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, ia digolongkan ke dalam unsur mikro, artinya sedikit diperlukan oleh tanaman, tetapi ketersediaannya dalam jumlah yang cukup akan menjadi penting. Banyak metabolisme tubuh tanaman yang memerlukan unsur ini, diantaranya adalah pembentukan jaringan klorofil, fotosintesis, metabolisme/pengaturan unsur Nitrogen (N), dan penguraian beberapa jenis enzim. Peran Mangaan pada tanaman sangat krusial, kekurangan unsur ini biasanya terjadi pada tanah dengan pH netral hingga tinggi (bassa) dan biasanya terkait juga dengan ketersediaan bahan organik tanah.

Defisiensi mangaan (Mn) sangat berpengaruh pada daya fotosintesis tumbuhan, biasanya kekurangan unsur Mangaan (Mn) pada tanaman akan diikuti oleh kekurangan unsur fosfor (F). Defisiensi Mangaan seringkali ditemui pada tanaman padi yang ditanam di daerah tinggi, dan jarang ditemui pada padi sistem irigasi atau tadah hujan, karena daya serap tanaman terhadap Mangaan biasanya akan meningkat pada kondisi tanaman terendam. Pada tanaman hortikultura atau tanaman keras biasanya terjadi jika pH tanah tinggi dan pemupukan jarang dilakukan.

Tanaman Padi keracunan Mangaan, ketersediaan Mangan terkadang tidak dapat
diolah oleh tanaman, oleh karena itu perlu tambahan asupan unsur mikro Mangan dari daun

Gejala Kekurangan/Defisiensi Mangaan (Mn)

Gejala tanaman kekurangan unsur mangaan (Mn) ditandai dengan klorosis/kematian jaringan atau daun menguning secara perlahan pada akhirnya mati. Daun akan berwarna kuning cerah dengan tulang daun atau gurat-gurat pada daun tetap berwarna hijau, gejala ini sangat mudah diidentifikasi karena cukup unik. Gejala klorosis ini biasanya terjadi pada daun yang masih muda, pada bagian yang cekung diantara tulang daun atau pembuluh daun akan berwarna kuning cerah. Pertumbuhan tanaman akan terganggu dan stagnan. 
Daun jagung dengan kasus klorosis/kematian jaringan karena
kekurangan unsur mikro Mangaan

Kasus defisiensi Mangaan (Mn) biasanya muncul ketika pH tanah lebih dari 6,5. Frekuensi pemupukan yang kurang juga dapat menyebabkan kasus kekurangan mangaan, terutama suplai nutrisi mikro pada tanaman. Karena seringkali kita mengabaikan begitu saja pemberian nutrisi mikro pada tanaman kita dan lebih memperhatikan asupan nutrisi makro seperti Nitrogen, Fosfat, dan Kalium. Padahal asupan nutrisi mikro seperti Mangaan (Mn) banyak dapat kita jumpai pada produk-produk pupuk yang beredar di pasaran baik yang berbentuk serbuk maupun cair.

Cara Memenuhi Kebutuhan Unsur Mangan

Untuk mencegah atau mengatasi kekurangan unsur mangaan pada tanaman kita dapat secara kontinyu memberikan pemupukan tambahan terutama yang banyak mengandung unsur mikro. Beberapa produk komersial baik yang murah ataupun yang mahal biasanya sudah dilengkapi dengan unsur mikro Mangan. Beberapa bentuk pupuk mikro bisa saja berbentuk granul, serbuk, maupun cairan. Beberapa produsen seperti BASF biasanya memiliki beberapa brand untuk pupuk tambahan ini dengan harga yang lumayan, tapi tentunya dengan kualitas yang sepadan. Tapi untuk menghemat anda juga bisa memenuhi kebutuhan pupuk tanaman anda dengan banyaknya produk pupuk cair murah meriah yang beredar di pasaran seperti jenis tonik, gandasil, dan lain-lain, yang penting kebutuhan unsur mikro tanaman anda khususnya Mangaan terpenuhi.

Untuk Memenuhi kebutuhan Mangaan pada tanaman, anda memerlukan pupuk salah satunya Manganese Chelate / Mn EDTA (beli disini >>>).

Jumat, 24 Februari 2017

Lalat Putih Penghisap Daun

Bemisia tabaci, pembawa virus, dan biasanya menyerang
tanaman hortikultura
Jambu merupakan tanaman penting dalam sistem mikro lahan pekarangan sebagian besar masyarakat Indonesia dan juga merupakan buah yang komersial. Permasalahan utama tanaman jambu di Indonesia adalah serangan hama lalat putih yang biasa membentuk pola melingkar dengan lapisan lilin di bawah daun. Jika sudah begitu, tanaman enggan berfotosintesis, biasanya daun akan menguning dan mati, lalat ini biasa disebut lalat putih spiral (Aleurodicus dispersusu Russel). Lalat putih spiral ditemukan menyerang pada hampir semua tanaman jambu kita di seluruh daerah di Indonesia. Tidak main-main, serangan lalat putih ini mampu menurunkan hasil panen jambu secara signifikan jika sudah terserang parah. Secara tidak langsung, lalat putih spiral dapat menyebarkan virus melalu sekresi lilin dan madu yang diproduksi oleh tubuhnya, kemudian dapat menurunkan daya fotosintesis daun. Serangan dengan jumlah koloni yang besar akan memicu pertumbuhan jamur pada bagian bawah daun. Beberapa jenis lalat putih ini seperti halnya Bemisia tabaci yang menyerang tanaman sayuran merupakan pembawa virus kuning pada cabai, terong, ketimun, dan sebagian besar jenis tanaman hortikultura.

Ladybug, salah satu musuh alami lalat putih, coba di pekarangan anda
Karakteristik
Lalat putih  adalah serangga penghisap yang biasanya menyerang pada kondisi cuaca hangat. Hasil sampingan ekskresinya yang berupa madu dapat menyebabkan daun menguning dan akhirnya mati, ledakan populasi hama ini terjadi karena di sekitar kita musuh alaminya sudah sangat jauh berkurang. Jika populasinya sudah sangat banyak, maka akan sangat sulit sekali mengendalikannya, karena lalat putih spiral sangat cepat menjadi resisten terhadap insektisida yang kita gunakan.

Lalat putih spiral, biasanya menyerang tanaman buah di pekarangan
Koloni lalat ini berkembang cepat dan banyak terutama biasa kita jumpai di bagian bawah daun. Beberapa spesies lain yang serupa dapat kita temui pada sebagian besar tanaman sayuran, tanaman hias, dan buah-buahan terutama cabai, kentang, terong, kacang-kacangan, jambu dan beberapa jenis tanaman hias. Jenis lain lalat putih yang biasa menyerang tanaman sayuran adalah Bemisia tabaci yang merupakan pembawa virus kuning yang menghancurkan produksi tanaman secara besar-besaran jika tidak dikendalikan dengan serius.

Lalat putih biasanya meletakkan telur mereka pada bagian bawah daun, kemudian telur menetas, dan lalat putih muda dengan cepat membesar melalui empat tahapan nimfa yang disebut instar. Nimfa pertama berukuran sangat kecil dan beberapa jam kemudian akan mulai makan. Pada tahap kedua nimfa tidak bergerak, berbentuk oval, dan rata dengan ukuran antenna yang memendek, seperti serangga kecil. Setelah tahapan tersebut maka lalat putih akan menginjak tahapan dewasa dengan pertumpuhan sayap yang sempurna yang disebut pupa. Yang perlu diperhatikan adalah pada setiap tahapan nimfa hingga ke pupa, hama ini sudah aktif menghisap daun dan mengeluarkan madu hasil sampingan dari tubuhnya ketika mereka makan.

Pengendalian
  • Pelajari serangga yang merupakan musuh alami dari lalat putih, anda bisa coba ladybug,
    Kerusakan infestasi lalat putih di kelapa dan kelapa sawit
    kendalikan dengan insektisida hayati atau nabati
  • Untuk penggemar tanaman hias atau tanaman buah, hindari dari membeli tanaman yang sudah terkena serangan lalat putih,
  • Jangan gunakan pupuk urea secara berlebihan karena dapat menyebabkan daun tanaman tumbuh terlalu subur sehingga hama lalat putih cepat berkembang, lebih banyak gunakan pupuk yang bersifat slow release atau organik,
  • Gunakan jaring pelindung atau paranet/shadingnet pada masa awal tanam untuk mencegah serangan hama ini sejak awal,
  • Anda dapat menggunakan lem lalat dengan media datar yang berwarna kuning terang, lalat putih menyukai warna terang sehingga diharapkan lalat akan hinggap pada wadah kita tadi dan menempel. Cara ini hanya akan mengurangi serangan pada daun saja,
  • Semprotkan insektisida hayati ataupun nabati, penggunaan insektisida kimia biasanya tidak mengendalikan hama ini secara keseluruhan, malah hanya akan menurunkan populasi predator lalat putih untuk  tumbuh secara signifikan. Oleh karena itu gunakan produk insektisida yang ramah lingkungan berupa insektisida nabati maupun hayati untuk mengatasi serangan hama ini.
Beberapa Jenis Insektisida yang Efektif Mengendalikan Lalat Putih Penghisap :
Semua jenis insektisida di atas dapat diaplikasikan dengan cara penyelingan dua atau tiga jenis insektisida.